Kamis, 22 Maret 2012

Praktikum Perkerasan Jalan Raya

BAB I
METODE PENGUJIAN TENTANG ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUIS DAN KASAR

Tujuan Pelaksanaan
Percobaan ini dimaksudkan untuk menentukan komposisi prosentase campuran antara agregat kasar dan halus untuk pembuatan campuran aspal yang kemudian akan menjalani percobaan marshall

BAB II
METODE PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT HALUS

Maksud dan Tujuan

a. Maksud
metode ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam pengujian untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu, dan angka penyerapan dari agregat halus.
b. Tujuan
tujuan pengujian adalah untuk mendapatkan angka berat jenis curah hujan, berat jenis permukaan jenuh, berat jenis semu, dan penyerapan air pada agregat halus.

BAB III
METODE PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT KASAR

Maksud dan tujuan
a. maksud
metode ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam pengujian untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu dari agregat kasar, serta angka penyerapan dari agregat kasar.
b. tujuan
tujuan pengujian ini untuk memperoleh angka berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, dan berat jenis semu serta besarnya angka penyerapan.

BAB IV
METODE PENGUJIAN KEAUSAN AGREGAT DENGAN MESIN ABRASI LOS ANGELES

Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Metode ini dimaksudkan sebagai pegangan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan mempergunakan mesin abrasi Los Angeles.
b. Tujuan
Pengujian ini adalah untuk mengetahui angka keausan tersebut yang dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lolos saringan no.12 (1,7 mm) terhadap berat semula, dalam persen.

BAB V
METODE PENGUJIAN DAKTILITAS BAHAN-BAHAN ASPAL
Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan pengujian daktilitas bahan aspal.
b. Tujuan
Tujuan metode ini adalah untuk mendapatkan harga pengujian daktilitas bahan aspal.

BAB VI
PEMERIKSAAN PENETRASI BAHAN-BAHAN BITUMEN

Maksud
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan penetrasi bitumen keras atau lembek (solid atau semi solid) dengan memasukkan jarum penetrasi ukuran tertentu, beban dan waktu tertentu ke dalam bitumen pada suhu tertentu pula.

BAB VII
METODE PENGUJIAN TITK NYALA DAN TITIK BAKAR BAHAN ASPAL DENGAN CLEVELAND DAN OPEN CUP

Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan pengujian titik nyala dan titik bakar bahan aspal dengan cleveland dan open cup.
b. Tujuan
Tujuan metode ini adalah mendapatkan besaran titik nyala dan titik bakar bahan aspal dengan cleveland dan open cup.

BAB VIII
METODE PENGUJIAN TITIK LEMBEK ASPAL DAN TER

Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Tes titik lembek dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan pengujian titik lembek aspal maupun ter.
b. Tujuan
Untuk menentukan angka titik lembek aspal atau ter yang berkisar antara 30°C hingga 200°C dengan cara ring (cincin) dan ball (gotri, bola baja).

BAB IX
PEMERIKSAAN CAMPURAN ASPAL DENGAN ALAT MARSHALL
Maksud dan Tujuan
Pemeriksaan terhadap campuran aspal dimaksudkan untuk menentukan ketahanan (stabilitas) dan kelelehan plastis (flow) dari suatu campuran aspal. Ketahanan (stabilitas) campuran aspal ialah kemampuan suatau campuran aspal untuk menerima beban sampai terjadi kelelehan plastas yang dinyatakan dalam pound atau Kg. Sedangkan kelelehan plastis ialah keadaan perubahan bentuk suatu campuran aspal yang terjadi akibat suatu beban sampai batas runtuh yang dinyatakan dalam mm atau 0.01”

BAB X
Metode Pengujian kadar ekstrasi BITUMEN

Tujuan pelaksanaan
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar aspal dalam campuran di lapangan
Ruang Lingkup
Kadar aspal perlu diketahui sehingga dapat ditentukan banyak aspal dan agregat yang akan dipergunakan untuk suatu campuran. Untuk mengetahui jumlah kadar aspal pada suatu campuran dengan agregat maka dapat dipergunakan larutan CCL4 (Solvent) yang bersifat mudah menguap namun tidak mudah terbakar, Benda yang telah disaring dengan cairan ini akan dibagi menjadi dua (residu) yang tertahan dan yang lolos kertas saring akan berubah warna menjadi jernih.

UNTUK LAPORAN PRAKTIKUM PERKERASAN JALAN RAYA SELENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD DISINI
* ( Perkerasan Jalan Raya.doc )


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar