Selasa, 15 Mei 2012

Konsep design bangunan tahan gempa secara struktural


Dalam merancang bangunan tahan gempa ada tiga hal penting yang harus dilakukan :
  • Tersusun dengan baik
  • Dirancang dengan baik
  • Dibangun dengan baik
Ketiga unsur diatas amatlah penting. Jika susunan gedung tidak tepat maka beban terhadap struktur akan meningkat. Hal ini akan menumbulkan kelemahan kualitas struktur bangunan.
 
Rancangan gedung dengan konsep struktur simetri
  • Elemen-elemen penahan beban seismis sebaiknya disusun secara simetris.
  • Pentingnya susunan yang simetris berbanding lurus dengan tingginya gedung. 
  • Elemen yang penting untuk menahan beban seismis ( contoh: tembok, kerangka struktur beton / baja ) sebaiknya disebar secara simetris dan teratur menghadap ke dua arah dasar gedung.
  • Tembok dan kerangka sebaiknya dipasang di batas pinggir bangunan. Jika semua elemen tersebut dipusatkan pada satu lokasi, maka elemen-elemen tersebut akan mengakibatkan puntiran pada bangunan; dan puntiran ini bisa mengakibatkan runtuhnya gedung. 
  • Konsep rancangan simetri sebaiknya diupayakan pada kedua arah orthogonal. Ketika membangun gedung berbentuk “L”, “H” atau “U”, rancangan denah gedung sebaiknya dibuat dengan rasio panjang-lebar kurang dari 1 banding 3. Jika ini tak memungkinkan karena adanya tuntutan design arsitektur, maka sebaiknya sayap gedung dijadikan bangunan terpisah secara struktural ( melakukan dilatasi = pemisahan  bangunan secara struktural )
  • Asimetri vertical juga sangat penting untuk dihindari jika membangun gedung lebih tinggi dari satu lantai. Elemen penahan beban lateral utama harus tersusun secara konsisten dari bawah sampai atas gedung. Hindarilah perubahan berat jenis diantara lantai ( perbedaannya sebaiknya dibawah 50% ), dan juga hindarilah perubahan kekakuan lateral.
 
Pemisahan bangunan ini hanya terjadi pada bagian struktur bangunan, sehingga saat terjadi gempa distribusi tekanan tidak akan mempengaruhi bagian bangunan lainnya


Contoh terjadinya kerusakan akibat gempa pada bagian pertemuan bangunan bila design dilakukan tanpa pemisahan struktur / dilatasi

Pertimbangan Lain dalam Merancang Bangunan
Daya tahan terhadap gempa bukanlah satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang  perancang bangunan. Hal-hal dibawah ini juga harus dipertimbangkan. 
  1. Defleksi, termasuk defleksi yang diakibatkan pergantian suhu dan gerakan gerakan lain. 
  2. Daya tahan terhadap api; perlindungan terhadap petir. 
  3. Daya Tahan terhadap cuaca; pengendalian tingakt air permukaan. 
  4. Daya tahan (termasuk terhadap serangan serangga) / stabilitas bahan bangunan 
  5. Proses pembangunan dan kecepatan pembangunan. 
  6. Daya tahan bangunan terhadap waktu. 
  7. Rancangan khusus untuk daerah tropis. 
  8. Insulasi buat mengendalikan suhu; ventilasi, dan efisiensi energi. 
  9. Cahaya alami 
  10. system saluran pipa. 
  11. Keamanan, keleluasaan pribadi penghuni, insulasi akustik seiring dengan budaya, agama, dan tradisi local. 
  12. Estetika 
  13. Adanya bahan baku yang memadai. 
  14. Adanya tenaga buruh.

Terima kasih…!
Semoga bermanfaat..!

Konstruksi kuda kuda kayu untuk rumah tinggal sederhana




Persyaratan bahan
  • Semua kayu yang dipakai harus kering, berumur tua, lurus dan tidak retak, tidak bengkok dan mempunyai derajad kelembaban kurang dari 15% dan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam PKKI 1970-NI.5.
Pekerjaan Konstruksi Atap
  • Kuda-kuda, gording, konsul, ikatan angin, klos, usuk, reng dan seluruh rangka atap dibuat dari kayu kualitas baik tua, kering atau tidak pecah-pecah.
  • Papan lisplang bisa digunakan kayu atau woodplank
  • Baut, mur, besi strip dari bahan besi / baja.
Ukuran kayu :
  • Kaki kuda-kuda – ukuran 8/12 cm
  • Pengerat – ukuran 8/12 cm
  • Ander – ukuran 8/12 cm
  • Skoor – ukuran 8/12 cm
  • Nok – ukuran 8/12 cm
  • Pengapit – ukuran 2 x 6/12 cm
  • Gording – ukuran 8/12 cm
  • Konsol – ukuran 8/12 cm
  • Usuk – ukuran 5/7   cm
  • Reng – ukuran 3/4   cm / 2/3 cm tergantung jenis genteng yang dipakai
  • listplank kayu – ukuran 3/30 cm / 2/20 cm
Pelaksanaan Pekerjaan.
  • Semua pekerjaan kayu yang harus diserut rata dan licin hingga memberikan penyelesaian yang baik dan sedikit penghalusan.
  • Kaso-kaso dipasang setiap jarak 50 cm, harus waterpass menurut kemiringan atap, sedangkan reng dipasang setiap jarak sesuai dengan ukuran genteng.
  • Permukaan kayu yang tampak (papan lisplank, skoor) harus diserut rata dan licin, setiap sambungan konstruksi atas agar diperhatikan adanya pen/joint yang berfungsi pengunci.
  • Pekerjaan kayu harus rata, melentur, bengkok
Semoga bermanfaat ..!
Terimakasih.. !

Mengenal mutu beton dan beton bertulang serta penggunaannya



Mutu tinggi
____________________________________________
fc’35 – fc’65 MPa setara K400 – K800 kg/cm2
Umumnya digunakan untuk beton prategang seperti tiang pancang beton prategang, gelagar beton prategang, pelat beton prategang dan sejenisnya.
 
Mutu sedang
____________________________________________
fc’20 – fc’35 MPa setara K250 – K400 ( kg/cm2 )
Umumnya digunakan untuk beton bertulang seperti pelat lantai jembatan, gelagar beton bertulang, diafragma, kerb beton pracetak, gorong-gorong beton bertulang, bangunan bawah jembatan.
 
Mutu rendah
____________________________________________
fc’15 – fc’20 MPa setara K175 – K250 kg/cm2

Umumya digunakan untuk struktur beton tanpa tulangan seperti beton siklop, trotoar dan pasangan batu kosong yang diisi adukan, pasangan batu.
 
Mutu rendah
____________________________________________
fc’10 – fc’15 MPa setara K125 – K175 kg/cm2

Di gunakan sebagai lantai kerja, penimbunan kembali dengan beton



Semoga Bermanfaat..!
Terima kasih..!